"Apa yang kau lakukan di dalam? lama sekali," ketus Ethan. "A-aku hanya numpang ke toilet," kekeh Kanaya. Tangannya masih bergetar memegang paper bag berisi cincin seharga sembilan ratus juta. Ethan mendengus. "Nah ambil ini, naik taksi saja pulang ke rumahmu," Ethan menyerahkan dua lembar uang seratus ribu. Kanaya melotot. "Aku tidak perlu uangmu, aku masih bisa membayar taksi," ketus Kanaya. Kanaya berjalan ke arah jalan raya sembari mengumpat pria yang akan menjadi suaminya itu. "Bisa-bisanya dia melakukan ini padaku," Kanaya sangat kecewa, bagaimana mungkin seorang pria melakukan itu, Ethan menjemputnya ke rumah, namun malah disuruh pulang dengan taksi. Ethan menatap Kanaya yang terus berjalan menjauhi dirinya, namun tiba-tiba saja sebuah mobil sedan berwarna hita

