"Aku tidak perlu bantuan mu Reins, pergilah!" Kanaya memutar tubuhnya dan berjalan pergi meninggalkan Mama dan juga Sahabatnya itu. "Kana," panggil Reins. "Aku mohon, jangan rusak hubungan yang sudah terjalin lama ini, pulanglah," ucapnya sebelum benar-benar pergi meninggalkan Reins. Camelia menatap sendu wajah pemuda yang menyedihkan itu. "Maafkan Tante Reins," Reins tak mengucapkan sepatah katapun setelah pergi dari kediaman Taufan. Airmata yang terus mengalir membuat ia seperti anak kecil bukan seorang pemuda dewasa. "Hentikan tangisan itu Reins!" bentak Nurma yang masih berada di depan pintu kediaman Taufan. Wanita paruh baya yang sudah berdandan cantik itu berulang kali mengumpat. "Sudahlah Ma, sebaiknya kita pulang, ini bukan salah Kanaya ataupun Reins, Tuan Antonio

