Caleb terhempas kelelahan dan melemparkan kunci mobilnya ke atas nakas. Dia baru saja mengantarkan Paman dan Bibinya ke Bandara. Mereka akan kembali ke New York dan menjadwalkan akan kembali ketika klinik yang direncanakan oleh Declan telah terwujud. Setelah pernikahan sederhana penuh haru dan sedikit drama karena Declan harus menunggu Rana sedikit lama karena Rana justru tak kunjung berhenti menangis, sehari sesudahnya Declan memutuskan untuk sedikit berjalan - jalan ke sekitaran Bali. "Caleb.." Suara lirih Amelia membuat Caleb membuka mata dan beranjak duduk. Amelia duduk di samping Caleb dan mengulurkan tangannya. Memijit pundak Caleb dengan sedikit keras. "Hmm..." Caleb bergumam dan tubuhnya sedikit terguncang menikmati pijitan Amelia. "Kau sudah makan, sayang?" "Belum...aku ti

