Hariz duduk termenung di halaman belakang sendirian, otaknya memutar serangkaian kejadian yang dialaminya tadi malam. Tepat saat Dara mengutarakan keinginannya untuk berpisah, Hariz bahkan belum sempat menjawab ketika tiba-tiba Dara turun dari mobil dan berlari-lari kecil masuk kedalam rumahnya. Ia tak mampu mengejar. Ia merasa bersalah membiarkan gadis itu menanggung semuanya sendirian, ia pikir Dara kuat, tapi ternyata gadis itu hanya berpura-pura kuat, ia terlalu lembut untuk disakiti. Ia merasa bersalah pada gadis itu. Tapi ia tak mau melepas Dara begitu saja. Hariz terlalu menyayangi Dara. Hariz merutuki kebodohannya, ia terlalu fokus pada kebahagiaannya tanpa sadar ada batu-batu kerikil yang akan menjadi masalah. Ia terlambat menyadari bahwa masalah Aghni akan menjadi

