Part 29-Pesta (2)

1208 Words

Dara rasanya ingin tertawa, ia pikir perjalanan cintanya dengan Hariz akan tetap mulus, tapi ternyata tidak semudah itu. ia lupa ada kerikil seperti mantan-mantan Hariz yang membuat tingkat kepercayaan dirinya terjun bebas, ia juga lupa kalau ada garis tak kasat mata bernama perbedaan budaya yang akan selamanya memberi jarak pada hubungannya dan Hariz. Dara tahu itu. Tapi ia tak tahu, apa selamanya ia akan tetap mempertahankan hubungannya meski ia sangat mencintai Hariz. "Sayang?" Hariz entah sejak kapan berdiri dihadapan Dara, memandang perempuan itu dengan kening berkerut bingung. "kamu sakit?" Dara menelan salivanya, ia melirik para saudara Hariz yang menatapnya dengan tatapan penasaran. "Gak kok, mungkin laper aja" ucap Dara. Hariz menghela nafas legas. "Aku kira kamu sakit

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD