Bab 126

2142 Words

Tubuh Arini menegang mendengar syarat yang diutarakan. Perempuan itu membeku di tempat duduknya. Jemarinya perlahan mencengkeram baju kebaya yang membungkus tubuhnya. Napasnya terasa sesak. Udara di sana mendadak pengap. Ia menatap Arka tanpa berkedip beberapa detik. “Kita lakukan malam pertama layaknya pengantin.” Layaknya kutukan, kalimat itu terus terngiang di telinga. Arini menggeleng pelan. Air matanya jatuh lagi. “Mas ....” Suaranya lirih dan parau. “Aku nggak bisa.” Mendengar itu, Arka hanya menatapnya lurus. Tidak ada belas kasihan di wajah pria itu. Tidak ada keraguan. Ia tetap akan meminta haknya malam ini. “Kamu mau mereka bebas, ‘kan?” Arka mengingatkan kembali permintaan Arini. “Aku cuma minta hakku. Salah?” Hak. Lagi-lagi kata itu yang dijadikan alasan. Seolah tubuh Ari

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD