Chapter 8

2029 Words
Menyentuh Memori “Kau sudah dapatkan informasinya?” Allerick menghempaskan tubuhnya di kursi tahtanya. “Dia bernama Roselind, Raja Erick yang mengundangnya, ia mata-mata. Sepertinya seluruh negeri tengah bekerjasama menghancurkan anda.”Ada nada khawatir disana “Anda tau maksudnya yang mulia, kekuatan mereka, jika bersatu—“ “Aku tau, yang pasti mereka tak akan berani menyerang sekarang, berita kematian Greg membuat mereka tentu ketakutan, satu lagi Mor, mereka belum cukup siap untuk berhadapan denganku.” “Itu karena mereka mengira anda langsung mendapatkan semua kekuatan sekaligus,”Mor melirik kearah kiri dan kanan dengan khawatir “Mereka tidak tau anda mendapatkannya perlahan, mereka juga tak tau kekuatan anda di bagi dengan Nona Avy.” Itu benar, musuh-musuh Allerick tidak tau tentang itu semua, mereka ketakutan seolah Allerick siap membantai kapan saja, namun salah, Allerick hanya membantai yang bersalah, Ivan masih mengajarkan untuk melindungi rakyat yang tak bersalah, meski tak dapat di pungkiri Allerick bisa saja menebar duri racunnya kapan saja. Kekuatan-kekuatan itu muncul satu persatu, tiba-tiba, Allerick sering keluar istana bersama Mor hanya untuk melatih kekuatan baru yang ia dapat. “Jika nona Avy mendapat dua kekuatan terkuat, anda tak akan bisa memusnahkan nona Avy.” “Karena saya belum menemukan cara memindahkan kekuatan.” Allerick mengetuk jarinya di atas tangannya “Kita hanya perlu memastikan siapa musuh kita Mor, aku mau kau dan Rush selalu memantau, terutama klan yang hadir di jamuan makan kemarin.” “Temukan cara memindahkan kekuatan secepatnya Mor, meski Avyanna harus mengorbankan nyawanya lakukan.” Mor menatap Allerick ragu, “Baik Tuan.” ~~~ Avyanna menatap pantulan dirinya di cermin, ia tau ia bisa membaca memori seseorang, kekuatann yang muncul sejak ia menikah dengan Allerick, Avyanna sering ingin membaca memori Allerick, namun memori itu tak pernah muncul jika Allerick tak mengijinkannya. Biasanya hanya dengan memandang si pelaku, dan fokus Avyanna bisa membaca memori seseorang, apa Allerick mengunci memorinya? Tunggu, jika seorang yang mengunci memorinya mengijinkan si pembaca memori masuk, berarti malam itu Lucius sengaja memberikan Avyanna membaca memorinya. Malam itu setelah mencoba membaca memori Raja Erick, Avyanna mencoba membaca memori orang-orang di jamuan, namuan semua memori terkunci, hanya satu orang yang bisa Avyanna baca memorinya, seorang Demigod, namanya Amren, wajahnya sangat tampan.Kenapa ia tak mengunci memorinya seperti yang lain? Apa ia bukan penghianat? Tunggu, mungkin Avyanna masih bisa berlatih membaca memori orang yang terkunci melalui Allerick, tanpa menyentuh. Avyanna menatap jam kayu di dinding, hampir tengah malam, Allerick mungkin sebentar lagi akan datang. Avyanna duduk di ujung tempat tidur, fokus menatap pintu balkon, menunggu kedatangan Allerick. Avyanna berdiri ketika suara kepakan sayap terdengar, ia tersenyum tipis, kepulan asap hitam menyembunyikan Allerick. Atau bukan. Avyanna berjalan mundur ketika wajah yang di lihat disana bukan Allerick. “Rossalind?” Roselind menutup matanya, membuat ilusi perlindungan, suara apapun tak terdengar, Avyanna tau Roselind telah membuat ruangan menjadi kedap suara. “Ada apa dengan sayapmu?” Avyanna jelas tau bangsa pure angel memiliki sayap berwarna putih, sedangkan tadi sayap Roselind berwarna hitam “Kau Fallen Angel?” Roselind mendekat kearah Avyanna, wanita itu mengeluarkan sebuah botol kecil, ada cairan berwarna hitam pekat disana, Roselind mencengkram dagu Avyanna begitu kuat, Avyanna panic, ia berusaha melawan, namun Roselind lebih kuat “Minum.” Roselind mendesis. Avyanna menutup mulutnya sekuat tenaga, maka sekuat itu juga Roselind akan berusaha membuka mulutnya, Avyanna bisa rasakan rahangnya mungkin berdarah, bekas kuku Roselind disana. Avyanna terbatuk ketika cairan hitam pahit itu masuk, Avyanna berusaha lepas untuk melepaskannya,, namun Roselind menutup mulutnya. “Rasakan kematianmu secara perlahan.” Roselind terkikik menyeramkan, Avyanna memegang lehernya yang terasa begitu panas, matanya mengabur, sebelum ia menutup mata, ia lihat kepulan sayap hitam lain datang. ~~ Allerick mencengkram leher Roselind, ia membawanya terbang begitu tinggi kemudian menghempaskan tubuhnya ke lapangan istana. Semua penjaga melihatnya, Mor datang dengan tergesa “Fallen Angel.” “Panggil salah satu Dryad, Avyanna telah di racuni.” Allerick menatap marah Roselind disana, wanita itu mencoba bertahan dengan mengeluarkan sayapnya, namun naas kini sayapnya patah sebab Allerick lempar dari ketinggian. Mor segera berubah bentuk, Layla sudah menangani Avyanna di kamarnya, Mor harus menemukan salah satu Dryad, mereka pasti tau obat untuk Avyanna. Pria itu turun dan langsung menginjak perut Roselind, semua penjaga menatap kebringasan Allerick, “Sepertinya kau mendapat bantuan dari Lucifer.” Allerick bersama Mor tau ia telah dimanipulasi, di pertemuan itu tak ada bangsa purre angel, Roselind diubah menjadi bangsa pure angel atas bantuan Lucifer, mengelabui Allerick, sebab Allerick tak akan pernah mau mengotori tangannya lebih dulu membunuh bangsa pure angel, ia hanya ingin membunuh mereka yang terlibat menghancurkannya dan mengucilkannya sejak kecil. Ia tau Roselind adalah b***k, ia dari bangsa Fallen Angel, namun entah kesalahan apa yang ia perbuat hingga ia dijadikan b***k. Atau entah apa yang Raja Erick janjikan pada Lucifer. Kini karena Allerick lemah terhadap suatu kaum, ia di kelabuhi, inilah alasan kenapa harusnya Allerick tak pernah pandang bulu. “Penjaga!” Rush menatap Roselind yang kini tak berdaya, namun sepertinya ia masih hidup, dua penjaga memegang Roselind, Allerick menatapnya remeh “Rush kuingin kau kurung dia, jangan biarkan dia mati sebelum Avyanna bangun dan membaca memorinya, aku tak mau buang-buang waktu mengintrogasinya.” “Ah, aku mau kau siksa dia perlahan, tapii jangan biarkan dia mati.” “Saya mengerti Tuan,” Rush seegera meminta dua pengawal meembawa Roseelind ke penjara bawah tanah. Allerick memilih terbang ke kamar Avyanna, disana telah ada Dragomir, Dryad pria yang berumur 15 ribu tahun, Dragomir tengah mengecek keadaan Avyanna, ia membungkuk pada Alleerick ketika menyadari kedatangan pria itu. Dryad adalah peri hutan, mereka tau segala jenis tumbuhan yang dapat menyembuhkan. “Bagaimana?” “Darah Lucifer tuanku, dengan mantra kematian.” Jelas Dragomir, benar dugaan Allerick bangsa Lucifer tengah menantangnya. “Sembuhkan ia segera.”Titah Allerick, ia melihat Avyanna yang terbujur kaku dengan urat menghitam. “Saya butuh darah Lucifer segar, kemudian akan saya tambahkan dengan darah mate yang menyembuhkan, anda tuanku, batasnya sebelum matahari esok terbenam, atau nona Avyanna akan tewas.” Allerick mengangguk “Mor, Layla ikut aku,” Mor dan Layla yang sejak tadi berdiri mengangguk, mengikuti Allerick yang keluar dari istana. “Tunggu aku di hutan belakang.” Mor dan Layla mengangguk, Keduanya dengan cepat melesat ke hutan belakang. Sementara Allerick menghampiri Rosseelind yang kini tengah sekarat di penjara bawah tanah, Allerick membuka mencekik lehernya, Roselind tercekat, matanya terbuka menatap tajam Alleerick, namun Allerick tak perduli, ia membawa Roselind terbang kehutan belakang bersamanya. Allerick melempar Roselind ke tanah, tangannya segera di pegang Mor agar tak kabur,meski itu tak mungkin sebab Roselind sekarat. Allerick menyentuh portal yang ternyata telah di hancurkan “Aku rasa ia merusak portalku, kemari.” Allerick mengubah Layla menjadi Avyanna dan Mor menjadi Roselind. “Tuan,”Mor nampak tak terima, namun diam ketika mendapat tatapan kejam Allerick. “Panggil orang yang memintamu meracuni Avyanna.” Roselind hanya diam, maka Allerick memaksanya membuka mata, mata kutukan Allerick mengutuk Roselind, menghadirkan kelemahan Roselind, seorang pria yang ia cintai “Kupertemukan kau dengannya segera,” Rayu Aallerick, Roselind menatap pria yang ia cintai haru. Deengan perlahan Roselind menutup mata, meemanggil tuannya. Portal lain tiba-tiba terbuka, segera Allerick menarik Roselind bersembunyi “Ambil darah Lucifer itu Mor.” Titah Allerick sebelum bersembunyi di  beelakang pohon wood besar. Ia mematahkan leher Roselind hingga pingsan setelahnya, “Roselind,” Pria berpakaian serba hitam keluar dari portal, ia menatap takjub Avyanna yang sebenarnya adalah Layla. “Kerja bagus,”Tangan panjangnya menyentuh pipi Avyanna, ia tersenyum miring “Sayang sekali aku harus membunuhmu, kau sempurna.” Lucifer bernama Brish itu mendekati pipi Avyanna palsu, kemudian sebelum ia mengecupnya Mor telah berubah menjadi bentuk srigalanya kemudian mencakarnya hingga babak belur, Layla pun berubah ia segera membuat tabung untuk menapung darah Lucifer itu. Allerick keluar dari persembunyiannya, menyeret Roselind kemudian melemparnya di samping Brish yang batuk darah. Alleriick tersenyum tipis “Bunuh Mor, aku tak membutuhkan mereka lagi.” Mor mengangguk, maka ia mencabik kedua tubuh itu hingga tewas “Bakar,” Titah Allerick. Mor mengangguk, membawa dua tubuh yang telah tewas ke istana. Allerick dengan segala kekuatan yang telah ia dapatkan membuat mereka sadar sekarang, bangsa Lucifer bahkan bangsa lain, belum mampu menandingi kekuatan Allerick, ia hanya mengeluarkan sedikit kekuatannya, namun sudah mampu membinasakan dengan cepat, Matahari telah terbit, masih banyak waktu tersiksa, namun Allerick ingin segera Avyanna membuka mata. ~~ Dragomir telah menyatukan darah Lucifer dan Allerick, kemudian ia bacakan mantra penyembuh Dryad, lalu membuka mulut Avyanna untuk meminumnya. Perlahan urat yang menghitam kembali normal, rona merah di wajah Avyanna kembali. “Nona perlu menyesuaikan diri dengan obatnya, dia akan bangun ssecepatnya.” Jelas Dragomir. “Baik, aku mengerti, Layla tolong antar Dragomir.” Layla mengangguk, Dragomir menunduk hormat, permisi. Allerick menatap wajah Avyanna yang masih terlelap “Merepotkan,” gumam Allerick. ~~ Layla masuk ke kamar Avyanna dan menemukan wanita itu telah sadar “Nona, apa anda butuh sesuatu.” Avyanna menggeleng pelan “Apa yang terjadi?” Layla menghembuskan nafas pelan “Anda di racuni, ada yang berniat membunuh anda, syukurnya tuan Allerick berhasil menemukan ramuan untuk anda.” “Dimana dia?” “Tuan?” “Ya, Allerick.”’ “Sedang keluar bersama Mor.” Avyanna diam, mulai bertanya-tanya kenapa dua orang itu sering keluar bersama, lebih lengket dari Ayanna yang istri Allerick sendiri. “Aku ingin mandi,” ~~ “Anda semakin menguasai membuat ilusi.” Mor memuji, semalam ia sadar Allerick semakin pandai membuat ilusi, atau fatamorgana. Ia berhasil mengubah dirinya menjadi Roselind. “Tinggal dua kekuatan lagi kan?” Mor mengangguk “Ya tuan.” “Apa kau menemukan cara memunculkan kekuatan yang lain?” Mor menggeleng “Dugaan saya, kekuatan itu muncul di saat ada pemantik, nona Avyanna mendapat kekuatan membaca memori ketika musuh mendekat, anda dalam keadaan bahya kala itu, hal itu memicu kekuatan pertama muncul.” “Kekuatan anda membuat fatamorgana juga muncul ketika bangsa pure angel semakin maju menembus batasan yang anda buat, saya rassa anda saling menjaga, nona Avyanna menjaga anda dan begitupun sebaliknya.” “Menurut saya, tidak semua kekuatan untuk anda, ada kemungkinan kekuatan selanjutnya untuk nona Avyanna.” Jelas Mor. “Masuk akal Mor, tapi aku tidak mau berbagi, aku mau keempat kekuatan itu menjadi miliku, karena pada akhirnya Avyanna akan mati setelah melahirkan keturunanku,” ~~ “Terimakasih telah menolongku,” Ujar Avyanna tulus, mereka tengah makan malam, Allerick baru kembali sore tadi. “Aku masih membutuhkanmu,” Jelas Allerick tenang, Avyanna tau Allerick memang masih membutuhkan kekuatannya, juga membutuhkan Avyanna untuk melahrikan keturunanya, namun Avyanna entah kenapa tersentuh mendengar cerita Layla yang mengatakan Allerick memperjuangkan ramuannya. “Aku rasa Lucius sengaja membiarkanku membaca memorinya.” Avyanna meletakan gelasnya setelah meneguk air minumnya hingga tandas. “Malam itu setelah aku mencoba membaca memori Raja Erick, aku membaca memori semua orang, semua mengunci memorinya, hanya satu orang yang tak mengunci memorinya, Amren, Bangsa Demigod, dia pemilik kekuatan dunia bawah, makhluk yang tak pernah muncul ke permukaan, semua makhluk itu ada di bawah kuasanya,” “Mungkiin dia salah satu orang yang mendukungmu, aku juga melihat ia pernah bertemu dengan ayahmu, Cassian, ayahmu kabur ke kediaman salah satu makhluknya, Griffin.” “Makhluk itu benar-benar ada?” Avyanna mengangguk “Aku rasa kau perlu bertemu dengan Amren.” Allerick diam, ia menatap Avyanna lamat “Kita akan menemuinya bersama, sekarang jelaskan padaku bagaimana bisa Roselind masuk leluasa ke kamarmu.” “Dia membuat kepulan asap hitam yang sama ketika kau menghilangkan sayapmu.” Jelas Avyanna pelan “Dimana dia?” “Sudah menjadi abu, kusuruh Mor membakarnya semalam.” Avyanna mungkin takut jika ia mendengar itu di awal, namun sekarang ia telah terbiasa dengan kekejaman Allerick. “Aku mau berlatih membaca memori denganmu, kau mengunci memorimu bukan, memorimu terbuka jika kau mengijinkannya, aku ingin membaca memori orang yang mengunci memorinya.” “Agar kau seenaknya membaca memoriku?” “Aku hanya ingin membantumu membaca memori Raja Erick,” “Baik, Mor bisa membantu juga, aku juga mau kau melatih diri, kau harus bisa melindungi dirimu sendiri.” “Apa maksudmu.” “Mor akan melatihmu bebarapa hal, agar kau bisa melindungi diri.” “Kenapa bukan kau?” Alis Avyanna terangkat. “Ada banyak hal yang harus ku urus, untuk sementara berlatih lah bersama Mor.”
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD