Seketika itu pula ia segera mengatur nafasnya dan juga mengatur otaknya agar tidak berpikir macam-macam malam itu, karena Ila jelas tahu jika Samudra tidak menginginkan seorang anak darinya apa lagi ingin mengabulkan keinginan bunda untuk memiliki cucu. Gadis itu pun segera mendekatkan tubuhnya ke arah Samudra disana, membuat lelaki itu segera sedikit beringsut mundur hingga membentur samping pembatas kursi yang keduanya tempati. Dengan kedua mata yang memicing dan seringai bibir yang Gadis itu sunggingkan membuat Samudra pun turut penasaran. Sebenarnya apa yang ada di otak Ila saat itu. "Apa? kenapa?" tanya Samudra pada gadis yang ada di depan nya. "Kamu yakin kalau malam ini kita mau nyicil buat cucunya Bunda? bukankah kamu sendiri yang bilang kalau kamu tidak menginginkan seorang ana

