BAB 17 CEMBURU

1393 Words

BAB 17 CEMBURU“Runi … Runi …!” Kaisar memanggil-manggil sambil berjalan ke sekitar. Pikiran buruk mulai menyerang. Dia takut telah terjadi sesuatu pada gadis itu. Apalagi hari masih gelap dan kondisi jalanan sangat sepi. Tidak ada tempat untuk bertanya. Jangankan manusia yang berlalu lalang, kendaraan yang lewat saja masih jarang. “Kamu di mana, Run?” gumamnya sambil berkacak pinggang. Tiba-tiba dia dikagetkan oleh nada dering dari ponselnya. Ada telepon yang masuk dari salah satu juru masak yang menjadi panitia. “Pak, Aruni sudah datang. Kita bisa langsung berangkat.” Setelah mendengar kabar tersebut, hati Kaisar menjadi sedikit lebih tenang. Dia pun segera kembali ke katering. Ketika tiba di sana dan melihat keadaan Aruni baik-baik saja, kegelisahan pun seketika sirna. Satu per sat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD