BAB 24 TUDUHAN“Kai, kalau aku yang mati, apa kamu juga akan merana seperti kehilangan Davina?” Lelaki itu tidak menjawab, hanya terus mengusap-usap punggungnya untuk menenangkan. Aruni mulai tidak sabar menunggu. Perlahan, dia merasakan tangan yang memeluknya semakin melonggar hingga akhirnya terlepas. “Maaf, Kai. Aku lupa kalau aku hanya sebatas istri magang,” ucapnya lirih seraya menghapus sisa-sisa air mata di kedua pipi. Lantas menarik napas panjang dan segera menjauhi sang suami. Dia telah salah bicara. Kaisar sama sekali tidak memberikan tanggapan. Lelaki berkaos putih itu malah beranjak dan membuka lemari pakaian. Dia mengeluarkan sehelai kemeja flannel berwarna dasar hitam dan memakainya dengan bagian lengan yang dilipat hingga siku. “Aku mau keluar dulu dan mungkin akan pulan

