BAB 28 KEPULANGAN ARUNA“Runi, jangan bicara begitu! Kita ke dokter sekarang juga!” Arif segera beranjak. Begitu panik mencari kerudung putrinya. Dia benar-benar khawatir. Akan tetapi, Aruni malah menahan tangan sang ayah. Dia mengubah posisi tubuh dengan bersandar pada tumpukan bantal dan guling. Seulas senyum tampak di wajahnya ketika melihat ekspresi Arif yang mendadak ketar-ketir seperti itu. “Aku gak apa-apa, Yah. Paling cuma masuk angin karena telat makan, gak perlu ke dokter segala. Tadi cuma mau ngetes reaksi Ayah aja, kok!” ujarnya untuk menenangkan. Arif pun kembali duduk dan mengusap-usap kepala putri bungsunya itu. “Jangankan meninggal, melihat kamu seperti ini saja Ayah sedih,” sahutnya lirih. Aruni merasa terenyuh dan membandingkan tingkah laku sang ayah dengan Kaisar ket

