BAB 39 JUAL MAHALAruni terus memegangi test pack yang sempat dibeli tadi siang sebelum pulang. Mulai bimbang apakah harus mengecek malam ini juga ataukah menunggu besok pagi. Dia berjalan mondar mandir di kamar, sambil sesekali memegangi perut yang terasa seperti kram. Kantuk yang menyerang ternyata mengalahkan kegelisahannya. Aruni malas keluar lagi dari kamar dan memilih merebahkan kembali tubuhnya. Malam telah beranjak pagi. Suara ketukan yang terdengar cukup keras membangunkan wanita itu. Dia pun membuka mata dan melihat ke arah jam dinding. Sudah jam lima lebih sepuluh menit. Aruni nyaris kesiangan. “Kebluk amat sih!” kesal sang kakak. “Tunduh, nyaho teu!” balasnya dengan menggunakan bahasa Sunda berlogat Korea. Dia langsung meninggalkan Aruna dan masuk ke kamar mandi yang berada

