BAB 42 BELUM SIAPKaisar tidak melepaskan Aruni begitu saja dan segera menggapai tangannya. Khawatir bila sang istri masih trauma atau bahkan lebih memercayai perkataan Aruna tentang dirinya yang dijadikan pelarian. “Runi, I hope it doesn’t matter if you’re not my first love. But, you should know that I feel so lucky to have you right now. Trust me, please!” rayunya sambil terus menatap. Aruni menyunggingkan senyuman, lalu menggigit bibir yang masih sedikit kebas akibat ulah Kaisar. Rasanya seperti sedang mengambang hingga pandangan bergerak tak tentu arah. Salah satu telapak tangannya dikipas-kipaskan agar menghasilkan angin untuk mengurangi rasa gugup. “Kamu curang deh! Setiap kali ngomong yang mesra malah pakai bahasa Inggris, kamu kira aku gak ngerti?” protes wanita itu diikuti cubit

