BAB 45 LELAHSuasana di Stasiun Bogor masih terlihat cukup ramai meskipun sudah lewat dari jam sibuk. Aruni sempat membeli biskuit dan sepotong roti untuk berjaga-jaga bila lambungnya mulai terasa tidak nyaman. Saat sedang mengantri untuk menempelkan kartu, kedua netranya menangkap wujud seseorang yang amat dikenal. Tidak! Bukan hanya seorang, melainkan dua orang yang cukup lama tidak dia jumpai. “Hei, kenapa kalian berdua ada di sini?” tegurnya. Aruna mendelikkan mata hingga botol minuman yang sedang dipegangnya hampir saja jatuh. Tidak disangka akan bertemu dengan sang adik pagi ini. “Eh, bumil! Mau ke mana?” Dia malah balas bertanya sambil tersenyum memamerkan barisan gigi yang dipagari behel. “Mau ke kampus lah, namanya juga anak kuliah!” sahut wanita itu. “Kok, bisa barengan? Kalia

