BAB 48 HIKMAH

1525 Words

BAB 48 HIKMAH“Kamu pikir ini mudah, hah? Beritahu aku bagaimana caranya untuk ikhlas!” tantangnya dengan melebarkan kedua mata. Kaisar hanya terdiam. “Coba ajari aku!” Aruni pun kembali berteriak sambil mengacak-acak rambut. Tiba-tiba saja dia terkekeh dengan tawa paksa yang tak lama berubah menjadi tangisan kembali. Wajahnya ditutupi dengan kedua telapak tangan sambil terisak-isak. Hati begitu nelangsa. Ketika telah terjalin ikatan batin dengan janin yang berada dalam kandungan, tetapi harus terpisah dengan cara yang menyakitkan. Terlebih lagi pada kehamilan pertama. Kaisar meraih tubuh yang ringkih itu dan memeluknya. Tidak tega menyaksikan sang istri yang tenggelam dalam penyesalan bahkan tampak seperti orang yang nyaris depresi. Dia hanya bisa menemani dengan sabar sambil mencari c

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD