BAB 56 BEST MOMENT“Sekarang giliran kamu yang tanggung jawab!” desak Aruni seraya menyembunyikan tubuh dalam selimut usai membersihan diri. Bibir tipisnya bergetar dan gigi bergemeletuk akibat cuaca yang dingin menusuk. Kaisar hanya tersenyum, lalu dengan senang hati meraih sang istri yang membutuhkan kehangatan. Kini tiba saatnya untuk pillow talk yang juga menjadi aktivitas favorit menjelang tidur. Mengobrol dengan santai tanpa ada kegiatan lain yang mengganggu. “Kai ....” Panggilan itu terdengar lembut. “Ya?” “Apa yang kamu pikirkan?” tanya Aruni sambil menatap kedua mata suaminya di bawah pencahayaan yang telah berubah menjadi remang-remang. “Kok, kamu kayak f*******: sih!” Kaisar sengaja menjawab dengan gurauan. Yakin sekali setelah ini pasti akan mendapat cubitan pada hidungnya

