Bab 17. Dilamar Lagi

1016 Words

Tiba-tiba aku dikejutkan oleh suara seseorang yang tidak asing ditelingaku. "Hei, Bung! Singkirkan tanganmu!" Astaga! Tuan Yuda? "Apa maksud Tuan? Jangan mentang-mentang anda orang kaya dan seorang bos, seenaknya saja membentak-bentak saya. Salma ini adik ipar saya. Wajar kalau saya dekat dengannya." Sepertinya Bang Adam juga sudah terpancing emosi. "Halah! Jangan modus kamu!. Memangnya saya nggak lihat kamu mau coba peluk-peluk calon istri saya dari belakang?" Tuan Yuda melotot pada Bang Adam. Padahal Kakak iparku ini sama sekali tidak menyentuhku. Aku khawatir jika ada keributan ditempat ini. Mungkin sebaiknya aku pergi dari sini. "Maaf, Bang. Aku keluar dulu. Tolong kabari aku jika ada perkembangan kondisi Ibu," ujarku seraya menghapus air mata. Bang Adam hanya diam mena

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD