"Perkenalkan, saya Yuda, calon suami Salma!" Astaga! Dia bilang apaa? Bang Adam tersentak saat menerima uluran tangan Tuan Yuda. Lantas dengan spontan dia kembali menarik tangannya. Sontak Abang iparku itu memandangku dengan tatapan kecewa. "Jika ada keperluan dengan Salma, silakan! Saya tunggu," ujarnya seraya terus berdiri diantara Aku dan Bang Adam. Ya ampun! Tuan Yuda ini apa-apaan, sih? "Oh, T-tidak apa-apa. Saya hanya memberikan ini untuk Raihan." Bang Adam memberikan sekantong makanan kecil untuk Raihan, padaku. "Terima kasih, Bang. Raihannya tidur.' "Tidak apa-apa. Besok aku akan datang lagi," sahut kakak iparku itu. "Ehm ... ehm ... Sepertinya mulai besok Salma dan Raihan sudah tidak tinggal di sini. Jadi, mungkin ini adalah pertemuan terakhir anda," sanggah Yuda

