Saat sampai rumah Rain langsung tidur dan terbangun di pukul empat sore. Jantungnya berdegup, takut tertinggal waktu Ashar, tanpa sadar bibirnya mengucap alhamdulillah saat melihat jam menunjukkan pukul empat sore. Walaupun telat sedikit, waktunya belum lewat. Ternyata memang benar, hal yang awalnya berat akan terasa berat pula ditinggalkan kalau sudah terbiasa dikerjakan. Dahulu ia sangat susah untuk sekedar memberikan sedikit waktu melaksanakan salat. Syukurlah kalau sekarang ada kemajuan pada dirinya. Di malam harinya, setelah melaksanakan salat Isya, Rain datang ke kamar kost Syifa. Ternyata dia masih melaksanakan salat, mungkin salat sunnah, Syifa itu memang sangat rajin ibadah. Selama sekolah pun dia selalu mendapatkan peringkat kedua setelah Fatih, saing-saingan dengan Rain. Apa ko

