Sudah hari kedua sekolah tanpa Syifa, setelah kemarin dibuat kejutan oleh kata-kata Reza yang masih terdengar ambigu, pagi ini Rain harus telat dan dihukum bersama para anak nakal di tengah lapangan. Benar-benar menyebalkan sekaligus memalukan. Semalam ia tidak bisa tidur karena memikirkan ucapan Reza, dari mulai mode merenung, tertawa, tersenyum, sampai dumel tidak jelas. Seumur-umur, baru Reza laki-laki yang berhasil membuatnya tidak tentram hanya karena ungkapan rasa suka yang dia ucapkan. Meskipun Rain tidak pernah merasakan yang namanya berhubungan lebih dari teman, soal ungkapan cinta dari laki-laki sudah tidak asing baginya. Sempat beberapa kali ada yang menyatakan rasa kagumnya bahkan ada pula yang terang-terangan mengajaknya berpacaran. Namun tak ada satu orang pun yang berhasil

