Tok...tok...tok....! Tyara mendengar pintu kamarnya diketuk dengan cukup kencang. Tyara kesal sekali karena jam dinding di kamarnya masih menunjukkan pukul 05.00 pagi. Tyara dengan terpaksa melangkahkan kakinya menuju ke pintu sambil membungkus tubuhnya dengan selimut karena udara cukup dingin. “Siapa?” tanya Tyara sebelum membuka pintu. “Henry,” jawab Henry dari balik pintu. Tyara membuka sedikit daun pintunya dengan kesal, “Henry! Ini jam 05.00 pagi!” Henry menyusup masuk dan menutup pintu kamar Tyara, “Masih mengantuk?” Tyara berjalan menuju ke kasurnya, “Iya!” Henry menyusul Tyara yang kembali tidur di kasurnya. Henry mengguncang tubuh Tyara, namun Tyara tetap menutup rapat matanya karena jam-jam seperti ini memang jam tidur nyenyak untuk Tyara. Henry menciumi pipi Tyara supaya

