CHAPTER 1

1239 Words
Di malam yang dingin, angin berhembus kencang, jalanan yang sepi muncul seorang gadis yang nampak lari dengan terengah-engah tanpa memperhatikan sekitarnya ,ia tak sengaja menabrak seorang pria yang sedang duduk di tepi jalan. "hei!! gunakan matamu dengan benar , kamu gak lihat wanita secantik ini lari, harus nya kamu tuh minggir. Dasar gelandangan!!" ujar charvi. *Mad mengepalkan tangan nya ,ia tak terima di ejek gelandangan,tetapi dia hanya berkata "aku bukan orang yang kau sebut gelandangan itu,nama ku Raven mad ,kau akan menyesal suatu hari nanti " ujar mad dengan marah "aku tak peduli kau siapa, tapi aku menyukai mu,wajah mu cukup tampan,aku tak ada waktu mengubris mu , bye mad" ujarnya sambil berlari "menarik" ucap mad dengan raut wajah smirk - Charvi telah sampai di apartemen yang tak jauh dari kota , ia melihat banyak notifikasi dari handphonenya,dia hanya membaca nya karena itu adalah alasan dia kabur dari rumah. Dad : charvi sayang kau dimana? mom : sayang,jangan lupa tidur lebih awal,besok kita harus bertemu keluarga Mad,untuk membahas pertunangan Charvi tak mengubris chat-chat dari keluarganya. dia langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri lalu bersiap untuk tidur , saat ia bersiap untuk tidur ada yang mengetuk pintu nya , ia membuka pintunya tanpa curiga lalu ada seseorang berbaju hitam dari atas sampai bawah memberikan nya kartu yang bertuliskan "BESOK KAU HARUS DATANG!" setelah charvi membaca nya,ia merobek kertas itu dan membuang nya di depan pintu, dia berfikir itu pasti dari orang tua nya,karena merekalah yang memaksa pertunangan itu. Dan charvi pun beristirahat kembali belum ada 5 menit, muncul chat dari seseorang yang tak ia kenal. unknown : jangan coba-coba tak datang esok, kau akan tau akibatnya nanti! charvi : kau siapa berani menyuruh nona cantik ini?! unknown: kau tak perlu tau siapa aku , yang perlu kau ingat,kau akan tau aku jika kau datang esok charvi : Dasar buaya sialan, gak jelas!! Daripada mengubris chat tak jelas itu dia lebih memilih merebahkan diri di kasur empuknya. keesokan pagi di bangun jam 10.30 yang artinya acara itu sudah selesai tanpa dia ketahui tiba tiba ada yang mengetuk pintu apart nya yang ia kira cleaning service, ia membuka pintu tanpa ragu "ada ap-" belum sempat membuka mulutnya , ia langsung di bungkam dengan sapu tangan yang sudah di beri obat bius. di terbangun di sebuah ruangan yang gelap dengan mata yang tertutup dan tangan di ikat di kasur , dia berteriak "tolongg, apa di sini ada orang ??" Dengan suara berat lelaki itu menjawab "aku disini " suara itu tampak familier,ia langsung ingat dengan seorang Gela Dangan yang ia tabrak kemarin, ia merasa takut tapi dia berfikir itu tidak mungkin , lalu ia memberanikan diri untuk membuka mulut "kamu gelandangan yang aku tabrak kemaren sore bukan " Lelaki itu menjawab "bukan,memang nya siapa gelandang itu nona manis?" "Bisakah aku tau kenapa kau membawa ku kesini,aku tidak pernah punya masalah dengan siapapun" ujar charvi "Kau yakin tak punya masalah dengan siapapun,atau perjanjian semacam nya?? " charvi menganggukan kepalanya dengan cepat pria itu berbicara lagi "apa kau ingin penutup ini d buka ?" charvi pun hanya mengangguk karena ia ketakutan Dan saat penutup itu di buka ia melihat...ayah nya sendiri yang sengaja menyekap dirinya,dia pun tak heran kenapa suara nya bisa familier charvi berkata "ayahhhhh, kenapa kau menculik putri mu sendirii" "kenapa kau lari dari rumah , dan jebakan kemarin itu semua memang ayah yang membuat,itu pancingan agar kau pulang nak" "aku tahu kau tak mau aku jodohkan dengan pria dari keluarga Mad ,tapi bagaimana jika kau melihat nya sekali saja , baru kau boleh menolak nya?" ujar ayah charvi. "charvi hanya menyetujui nya dengan anggukan. lalu soal pertemuan keluarga mad sudah di undur oleh pihak laki laki dari keluarga mad karena mereka ada perjalanan bisnis darurat " ujar ayah charvi "kembalilah beristirahat dengan baik besok ada kejutan menanti mu " charvi menurutinya ia pergi dari ruangan gelap itu yang ternyata itu adalah ruang bawah tanah milik keluarga nya sendiri,ia tak tahu bahwa di rumah nya ada ruangan itu *batin charvi *ia bergegas menuju kamarnya karena jam sudah menunjukan pukul 8 malam. saat ia sampai di kamar ia melihat handphone yang ia kira masih di apartemen,sudah berada di samping meja kasur ,tanpa berfikir panjang ia membuka chat-chatnya dan lagi-lagi ada unknown yang mengirim chat,isi pesan nya berupa "jangan coba coba kabur lagi, ini kesempatan terakhirmu" charvi pun bingung kenapa ayah nya menyewa seseorang untuk mengirim pesan aneh. ia pun langsung langsung mengirim pesan ke ayahnya charvi : "ayah, kenapa kau menyuruh anak buah mu mengirim pesan tidak jelas seperti ini" ayah charvi pun bingung, dia tak menyuruh bawahan nya mengirim pesan teror ke putri nya. Dad :"coba kirim nomor unknown nya " *charvi send number Ayah charvi pun kaget karena itu bukan suruhan nya melainkan itu adalah tuan muda Raven dari keluarga mad, ia langsung menanyakan nya kepada keluarga mad dan jawaban Raven simple "rahasiakan ini", ayah charvi pun semakin bingung kenapa Raven merahasiakan ini dari charvi, ia tahu pasti ada sebuah rencana yang sendang di lakukan Raven. tengah malam charvi terbangun ia tak sengaja melihat ada yang sedang mengintip nya di jendelanya , ia tak mengubris nya karena ia berfikir itu pasti body guard ayah nya agar ia tak keluar lagi keesokan hari Di pagi yang cerah charvi bangun dengan ceria, senyuman manis nya menghiasi harinya , sekarang pukul 8 Ia tengah bersiap untuk bertemu dengan keluarga mad. Charvi yang telah siap pun turun dari tangga mengenakan dress putih selutut yang sedikit terbuka persis seperti bangsawan eropa, aroma bunga flora dengan sedikit hint manis yang murni dari tubuhnya dan senyuman indah yang terpancar dari wajah nya membuat ruangan itu serasa hangat , ia turun dan menyapa kedua orang tua , "kau sangat cantik arvi" puji mamanya, arvi pun menjawab "mama kau juga sangat cantik hari ini ,apa rahasia kecantikan mu itu ,apakah kehangatan dari daddy ku yang gagah inii?" hahhahaha gelak tawa semua orang dengan hangat memenuhi seisi ruangan Dirumah semua tengah sibuk bersiap dan pada pukul 9 semua nya telah selesai bersiap dan akan segera berangkat , charvi tak lupa mengunakan tas kecil berwarna putih yang bertuliskan Cristian Dior. berl dimana kau meletakan gelang ku,aku harus tampil cantik di depan semua orang" "saya tidak tau nona,sepertinya michie yang mengambilnya lagi" ucap maid di mansion itu. "uhh,michiee kau mengambilnya lagi ,dimana kau meletakannya sekarang?!" sambil mengelus anjing kecil nya yang memiliki ras samoyed dengan bulu putih halus yang lebat. "augk..augk"sambil mengangguk kecil dan berlari ke sebuah celah kecil di samping lemari,dia menyembunyikan di situ. "terimakasih honeyy" lalu memberikan anjing itu sepotong salmon. "Frank berangkat segera,semua orang sudah siap" frank menunduk menghormati nyoya Chaterine lalu pergi mempersilahkan mereka masuk ke mobil Rolls-Royce Cullinan yang gagah seperti pemiliknya "oh,ayolah kenapa memakai mobil butut ini lagi,aku tak suka Daddy" rengek charvi. ayahnya tak menghiraukan charvi karena setiap kali mereka memakai mobil itu charvi akan merengek dan meminta berhenti di jalan karena malu tetapi ayahnya tau dia akan meminta membelikan steak Wagyu beef A5 medium rare untuk permohonan maaf agar putri tercintanya itu tidak sulk lagi. "nanti ayah belikan steak di resto favorite mu , syarat nya kamu gak boleh buat keributan di pertemuan kali ini " dahi charvi yang semula mengkerut berubah tersenyum "janji yaa enggak bohong" sambi menekuk semua jari kecuali kelingking untuk tanda perjanjian pada ayah nya. "iyaa,kamu tuh udah gede juga masih kayak anak kecill" "hehe...aku kan putri kecil Daddy,Daddy sayang aku enggak?" sepanjang perjalan charvi terus mengoceh
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD