kerlap kerlip lampu jalan terlihat berjejer mengiringi langkah kakak beradik, yang berjalan melenggang ke sebuah surau yang terbuat papan dan bilik.
setelah menyelesaikan sholat berjamaah, tampak Ali ikut belajar ngaji bersama ustadz yang ada di kampung tersebut.
Tampak Lilia sedang duduk di depan surau, menunggu sang adik yang sedang belajar ngaji bersama teman-temannya yg hanya beberapa orang.
Lilia terlihat menatap pada sebuah obo yang menyala menerangi jalan.
Lilia kembali teringat pada sang kekasihnya, ia hanya bisa membayangkan wajah Raffael sang kekasih pujaannya ada di depan matanya.
Lilia yang tak kuasa menahan rindu pada sang kekasihnya yang ia cintai, ia hanya mampu meneteskan air matanya yang terus berlinang di pipinya.
Di tengah-tengah lamunan Lilia, tiba-tiba datang dua orang remaja melintas di depan mata Lilia, lalu menghampiri Lilia yang masih duduk di depan surau.
"hai cantik, kok kamu melamun di sini?"
Ucap salah satu remaja remaja tersebut yang berpenampilannya sangat necis.
"Apaan sih kamu ihk!" Seraya Lilia menyingkirkan tangan pemuda yang mencolek pipi Lilia.
"Hahaha rupanya kau galak juga yah?"
Ucap salah satu remaja itu yang berusaha menyentuh pipi Lilia.
"Kamu jangan macam-macam kevin!"
Tegas Lilia pada salah satu remaja yg menggodanya.Lilia terus berusaha menyingkirkan tangan remaja itu.
"Wow Fer, dia sangat galak ternyata, abis makan tawon kail yah Fer?" Ucap salah satu remaja itu pada temanya yang hanya tersenyum.
Remaja yang menggoda Lilia tersebut, ia teman sekolah Lilia dulu, dia anak saudagar kaya, yang biasa di sebut juragan Bardan yang terkenal di kampungnya.
Namanya kevin, dia sangat usil pada Lilia, Lilia sangat membenci kevin sejak ia masih duduk di bangku sekolah SD.
Sifat kevin yang sombong serta arogan dan juga usil, bukan hanya pada Lilia, tapi juga pada semua teman-temanya yang lain.
"Hai cantik, mau kah kau jadi pacarku?" Ucap Kevin pada Lilia yang terus menggodanya.
Lilia bergeser dari dari tempat ia duduk, lalu kemudian ia menanggalkan sajadahnya pada pundaknya.
Lilia hanya memandang dan menatap dengan sinis pada kevin.
"Sudah sana pergi! hus hus!" Ucap Lilia pada kevin yang terus menggodanya.
"Hei anak orang, jangan kau sok jual mahal! berapa pun, kau kan ku beli!" Ucap kevin dengan sombongnya.
"Gak usah sombong lah! Itu semua bukan punya kau sendiri, tapi orang tua kau!" Ucap Lilia pada kevin yang menyombongkan sendiri.
Kevin terlihat sangat emosi mendengar ucapan Lilia yang menyinggung perasaan hatinya.
"Awas kau Lilia, suatu saat kau dan kau dan keluarga kau akan ku beli!!" Gumam Kevin pada Lilia dengan mengepal kdua tangannya dan memukul tihang teras surau yg terbuat dari kayu yang menimbulkan suara dentuman.
"Duaaarrrrrr...!" Suara pukulan tangan Kevin pada tihang teras surau.
Kevin dan temannya lalu pergi meninggalkan Lilia yang masih memeluk sajadah. Kevin dan temannya tampak melenggang melangkah kedalam kegelapan bersama temanya.
Anak-anak yang sedang mengaji pun berhamburan keluar setelah mendengar suara dentuman.
Ali tampak langsung menghampiri kakaknya yang masih duduk di teras depan surau.
"Ada apa kak? Kaka tidak apa-apa kak?" Tanya Ali pada Lilia kakaknya seraya bersimpuh di belakang Lilia lalu menyentuh pundak Lilia kakaknya.
"Kaka tidak apa apa Li, itu tadi cuma ada orang sombong lewat menggoda kaka." Ucap Lilia pada Ali yang masih duduk di terasa depan surau.
"Heat hiat yaaaah! mana kak mana?" Ali bergaya bak pendekar yang mengeluarkan jurus jurus.
#SeptemberUpdite
SELANJUTNYA...