4 - Sikap Dingin

339 Words
"Lagipula, tamumu belum pulang. Bukankah tidak sopan jika kau meninggalkanku? Kau harus menghargai orang yang datang untuk menjaga hubungan baik denganmu. Tidak peduli akan masa lalu yang pernah terjadi." Synda langsung menolehkan kepalanya ke sosok Alexander yang baru selesai berucap. Ia melemparkan tatapan sinis dan tak suka karena pria itu juga menyeringai. Seakan ingin menantang dirinya. Synda tentu saja berusaha membalas dengan setimpal. "Aku juga punya hak. Mau tetap di sini atau pergi adalah urusanku sendiri. Aku tidak peduli jika ada tamu. Aku juga butuh waktu beristirahat." Synda menjawab dingin. "Hei, Adikku. Kau jangan bersikap begitu. Kau harus menghargai Alexander. Dia akan menjadi klien baru perusahaan kita. Aku dan dia juga berteman baik. Mengerti? Kau tidak boleh membantah ucapan kakakmu." "Synda, sebentar saja. Tidak akan lama. Kau nanti pasti akan pulang. Aku membantu." Tak ada pilihan lagi selain menuruti ucapan Aldora. Ia memercayai wanita itu akan bisa membantu. Synda pun memutuskan untuk duduk kembali di sofa, tepat di samping kiri sang mantan kekasih. Ia tahu bahwa pria itu masih memandangnya. Namun, diputuskan mengabaikan saja. Tak ada keuntungan yang akan didapatkan olehnya juga membalas. "Synda, aku beri kau tugas menangani kerja sama perusahaan kita dengan Mr. Dominiq." Langsung ditolehkan kepala ke arah sang kakak. Mata membelalak kaget. "Aku sudah bilang aku tidak mau. Kenapa kau memaksa terus? Kau memutuskannya sendiri. Ak--" "Kau kenapa tidak mau, Sayang? Dulu, saat kita menjalin hubungan, kau dan aku sudah pernah bekerja sama. Kenapa sekarang kau tidak mau? Apakah kau takut padaku?" Synda langsung mengalihkan pandangan ke sosok mantan kekasihnya. "Takut kepadamu, Mr. Dominiq? Tidak. Aku sama sekali tidak takut harus bekerja sama denganmu lagi." "Hmm. Aku hanya berusaha menjaga jarak dan diriku darimu. Matamu penuh gairah setiap menatapku. Kau masih menginginkan aku bukan?" Synda bertanya santai saja. "Haha. Kau benar. Aku masih sangat ingin dirimu, Sayang. Aku tidak bisa melupakan apa pun tentangmu, Synda. Jadi, apa dengan kerja sama ini, kemungkinan memberi kita kesempatan mengalami cinta membara?" Synda menyipitkan kedua matanya. "Hmm, bagaimana jika aku menolak? Kau akan bisa melakukan apa untuk membuatku tertarik?"
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD