Dewi menggertakkan gigi-giginya begitu Arkan dan perempuan itu meninggalkan ruangan. Apa yang perempuan itu katakan? Istri Arkan? Cuma dia yang pantas untuk Arkan. Perempuan itu tidak tahu kalau Arkan adalah lelaki yang dingin di ranjang. "Kita tunggu saja. Kamu pasti akan meminta cerai dari Arkan begitu kamu sadar jika Arkan tidak bisa memenuhi nafkah batinmu. Atau mungkin kau akan seperti aku yang memilih selingkuh dan mencari lelaki yang lebih perkasa," sinis Dewi. Dia masih ingat kenapa dia dulu menggoda Toni, sang almarhum suaminya itu. Dia merasa Arkan tidak bisa membuatnya puas. Dia haus belaian dan selingkuh adalah jalan yang dia pilih. Semua memang berawal dari rasa yang tidak pernah puas. Dalam segala hal. Dia tidak puas akan kehidupannya yang miskin, dia tidak puas karena

