"Dasar gila!" umpat William merasa murka. Pria itu seketika berdiri tegak lalu hendak membuka pintu rumah. "Kamu mau ke mana, Mas Will?" tanya Nova sontak melakukan hal yang sama. "Saya mau nyusulin di g***o sialan itu," sahutnya dengan rahang mengeras kesal. "Sebelum dia nyakiti kamu, saya yang akan ngehajar dia duluan. Enak aja, emangnya dia siapa berani ngatur-ngatur hidup kamu, hah?!" Nova kembali memeluk tubuh William seraya terisak. "Aku mohon jangan, Mas. Kamu gak tau seberapa kejamnya dia. Aku gak mau kamu sampe kenapa-napa, aku gak mau dia nyakiti kamu juga, Mas." William memejamkan kedua matanya sejenak lalu kembali mengurai pelukan seraya mencengkram kedua sisi bahu Novariyanti juga menatap wajahnya tajam. "Dengerin Mas, Sayang. Gak ada yang bisa nyakiti Mas termasuk di g***

