40. Jejak Rasa (2) "Maafkan saya, Ustaz ..." Ammar mengerutkan kening mendengar kalimat maaf Aisyah. Matanya memutar gadis yang duduk agak jauh di sebelahnya. Dia menunduk, masih belum berani mengangkat pandangan. "Kenapa meminta maaf, Aisyah?" Heran Ammar. "Maaf karena telah membuat keputusan sepihak. Maaf, karena telah membuat Ustaz kecewa." Ammar mengulas senyum. Meski sempat kecewa, tapi tidak ada amarah sedikitpun di hati pada Aisyah. Bertemu Aisyah berbicara banyak hal luar biasa yang baru Ammar rasakan. Jika dulu dia tidak peduli tentang perasaannya, tetapi kini hanya satu nama gadis yang tidak bisa berkutik. Kata ummi, jika jodoh itu pasti akan terasa getarannya. Dan Ammar merasakannya pada sosok Aisyah, "Saya maafkan, jangan diulangi lagi ya, Calon Istriku." Kalimat Ammar

