31. Pandora Terbuka (1) Petala langit sangat cerah. Secerah hati Ammar kini. Lelaki itu menampakkan pernyataan tidak biasa. Kadang tercenung, detik berikutnya mengulas senyum sendiri. Hatinya suka menghilangkan keceriaan. Awan hitam bernama duka yang kemarin disambangi, kini sedikit demi sedikit mulai terkikis. Semangatnya telah kembali, sebaliknya lebih dari yang kemarin. Apalagi jika teringat amanah dan permintaan terakhir sang kakek sebelum pergi menghadap Ilahi. Jika kemarin Ammar belum berhasil yakin dengan rencana kakeknya, namun kini ia justru gagal mengingini. Ammar sendiri masih tidak paham, kenapa dia mau mau Aisyah Ciptanya beri jawaban. Aisyah menyetujui jika dia setuju tidak pantas dengan Ammar. Justru pikiran lelaki itu malah sebaliknya. Ammar tidak bermasalah dengan sem

