Rakha's PoV Aku meremas jemariku, mondar-mandir dari tadi di dalam kamar hotel. Kenapa aku gugup sekali rasanya? Aku bukan akan menikah dengan orang yang aku cintai, melainkan dengan orang yang sangat kubenci, tapi kenapa gugup begini? Dia tak akan menjadi istriku selamanya. Akan aku buang setelah merasa puas membalas dendamku, harusnya aku biasa saja saat ini. Tidak perlu gugup akan melangsungkan proses pernikahan yang akan dimulai kira-kira 1 jam lagi. Aku menoleh begitu mendengar suara pintu kamar diketuk. Begitu aku membuka pintu, tampak papa berdiri di depan pintu. "Papa boleh masuk?" Aku mengangguk. Aku menggeser tubuhku ke arah samping—memberikan jalan masuk kepada papa, lalu menutup pintu. Kemudian melangkah ke arah papa yang telah duduk di kursi kamar. Terdengar helaan napa

