Ayu's PoV Meski tubuhku masih belum begitu sehat, Rakha tetap lanjut menyentuhku. Bibir dan tangannya menjamah ke mana-mana. Tak ada kata-kata keluar dari mulutnya sejak menciumku. Awalnya menggebu-gebu, tapi perlahan melembut. Dia telah berhasil melepas piyamaku, yang menyisakan dalamanku saja saat ini. Beda dengan dirinya yang masih berpakaian lengkap menutupi tubuhnya. Dia meraih kedua tanganku ke arah lehernya—mengalungi lehernya sambil dia yang terus menciumku. Aku tak berkata apa pun juga, pasrah saja menerima. Aku tak tahu kenapa dia tiba-tiba langsung ingin menyentuhku begitu pulang, entah karena emosi mengetahui apa yang ingin aku katakan atau bagaimana. Tak tahu apa yang dipikirkannya saat ini. Aku memilih untuk diam saja. Rakha kemudian menggendongku menuju kamarnya, lalu m

