Rasa Takut

1029 Words

"Kamu tenang aja, minta perlindungan sama Allah," ucap ustadz Sholeh sembari memegang jemari Rani yang basah karena keringat dingin. Mereka tengah duduk berdua di dalam kamar. "Mas, cepat atau lambat orang-orang akan tahu tentang masa lalu aku Mas," ucap Rani gemetar. "Dek, kamu jangan takut Allah bersama kita. Yang penting kamunya yang harus move on dari masa lalu kamu terlebih dahulu. Setelah itu barulah kamu bisa menghadapi masa depan," ustadz Sholeh berkata sembari memegang jemari Rani erat-erat. "Aku udah coba Mas, tapi tetap saja, aku terus merasa gelisah," ucap Rani menundukkan kepalanya. "Kamu sabar ya! Jangan lupa terus berzdikir, biar hati kamu tenang." "Iya Mas, Rani akan berusaha." "Sekarang Rani bingung apa yang harus Rani masak, tadi malah pergi gitu aja nggak jadi beli

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD