“Gimana? Kamu udah temukan di mana Rani?” tanya ibunya sembari memakai lipstick sepulangnya Alex. “Udah Mommy, dia di kampung sekarang,” ucap Alex sedikit takut jika emosi ibunya meledak. Emosinya saja sulit di redam, apa lahi ibunya. “Terus gimana caranya kamu bisa bawa dia ke sini lagi?” Mommy Sen masih merapikan lipstiknya. “Mungkin kita bisa culik dia Mom saat mereka lengah.” Ucap Alex meyakinkan ibunya. “Jangan gila kamu, kalau kita culik dia mereka tahu jelas di mana Rani. Mau masuk penjara secara konyol kamu?” Mommy Sen memarahinya. "Mommy ngak setuju, itu terlalu beresiko. Nama baik Mommy jadi taruhannya." "Emang Mommy punya nama baik?" celetuk spontan Alex yang langsung menutup mulutnya. Minta di kasih cap merah di pipi kayaknya dia. "Diam kamu!" Mommy Sen menggebrak meja r

