"Kemarilah. Mendekat ke sini!" titah William tak ingin dibantah. Ragu-ragu Charlotte mendekat. Ia melangkahkan kakinya perlahan. Dia takut William akan melakukan hal yang buruk padanya. Berdua di kamar besar itu, membuat tubuh Charlotte bergetar hebat karena ketakutan. Entah mengapa kilasan kejadian masa lalu kembali terbayang oleh gadis itu tanpa bisa dikendalikan. Tatapan bengis William dengan seringai miring yang sangat ia takuti, meski hal itu sudah cukup lama berlalu. Bahkan, meski jiwa Arabella mendominasi raga gadis itu, naluri alami pemilik aslinya tetap bisa merasakan alarm bahaya yang akan segera menghampirinya. "Jangan takut. Aku tak akan menyakitimu." Aiden beranjak berdiri. Mengayunkan kakinya, melangkah ke arah Charlotte yang ketakutan. Charlotte melangkah mundur. Ingin

