Amber yang Terabaikan

1060 Words

Terdengar suara ketukan pintu dari luar ruangan William. Tak lama sebuah suara menyertainya, meminta izin untuk masuk ke dalam ruangan itu bersama dengan seseorang. “Masuklah,” jawab William dari dalam kamarnya. Pria itu berjalan menuju kursi panjang yang berada tak jauh darinya. Seorang pria yang mulai memasuki usia senja, kini masuk bersama dengan seorang wanita. Ya, kepala pengurus pelayan kerajaan itu datang bersama Amber. Amber yang biasanya bisa keluar masuk ruangan William, hari itu tak bisa seenaknya masuk ke kamar pria itu. Amber kesal. Dia sangat marah saat beberapa jam yang lalu saat ia sampai di depan ruangan William, para pengawal memintanya untuk kembali nanti karena William sedang tidak bisa diganggu. “Apa yang Anda lakukan tadi, Yang Mulia? Saya tadi hendak mengunju

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD