Malam ini, Dita yang sedang ada janji dengan klien untuk kontrak pemotretan, menunggu di lobi hotel. Namun, matanya tanpa sengaja menangkap sepasang kekasih yang sedang berjalan menuju meja resepsionis. Jantungnya berdetak kencang, menyadari siapa laki-laki itu. Lalu, dengan sedikit menyembunyikan wajah di balik majalah yang ia bawa tadi, Dita mengamati perempuan yang sedang bersama laki-laki itu. Matanya menyipit, untuk menajamkan penglihatan. Dia yakin, jika dia tidak salah lihat. “Mona? Kok bisa Mona?” Ternyata dia juga mengenal perempuan yang datang bersama lelaki itu. Setelah beberapa saat, Dita melihat laki-laki itu menggandeng si perempuan, meninggalkan resepsionis setelah menerima kunci kamar. Dada Dita bergemuruh. Antara rasa cemburu, sekaligus rasa menang yang membuatnya tersen

