Cap. 22

1557 Words

. . . . "Kak Daren?!" panggil Dewa. Merasa namanya dipanggil Daren menoleh menuju sumber panggilan. "Hai dude??!" jawab Daren santai. "Tumben kak Daren kebengkel sendiri, dimana sopir dan sekertaris kakak?" tanya Dewa "Gue gak lagi nyervice mobil gue. Gue kesini nganterin kesayangan baru gue." jawab Daren, sedangkan wanita yang berada disampingnya hanya memutar matanya malas. "Sejak kapan kalian deket?" tanya Dewa lagi. "Gue masih ingat, waktu makan malam dirumahnya Lola, kak Daren gak ikut." lanjutnya. Dewa hanya diam dengan tatapan mata yang mengarah ke tangan Daren yang bertengger indah dipundak Lola. "Kita baru kenal beberapa hari sih, tapi, kelihatannya kita cukup nyambung." jawab Daren santai dengan menampilkan senyum gantengnya. Daren tahu betul apa yang dilihat Dewa s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD