Pelita Hati

1337 Words

"Kok bisa si Ga, lo nyakitin dia lagi ya?" desak Arya ketika diberitahu Gayatri pecah ketuban. "Ish mana ada, Mas, kami sedang makan lontong sama opor," kilah Dirga. "Den Putri kelelahan sepertinya, Den. Bikin cake sama kue kering, terus bikin opor, Mbok hanya bantu bikin lontongnya aja." Arya mengerutkan kening, di lorong rumah sakit yang sepi ketiganya saling tatap. "Dalam rangka apa masak sebanyak itu?" selidik Arya. "Sebelum pecah ketuban Gayatri ngajak ke tempat mama. Ya ampun, dia mau berdamai sama mama perasaanku jadi gak enak gini." Berkali-kali Dirga menjambak rambutnya. Sambil mondar mandir di depan ruang operasi. "Diem kali, Ga, gua pusing liat lo. Berdoa bukannya jalan bolak balik kayak setrikaan gitu." "Gimana bisa diem, Mas. Saya cemas, saya takut, Mas." Arya memut

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD