Potongan buah segar terhidang di meja, tidak lupa bumbu berwarna cokelat dengan biji cabai dan asam jawa. Terik begini memang enak menikmati Rujak sambil bersantai. Gayatri menikmati itu semua seraya menonton televisi di depannya. Potongan ingatan tentang beberapa malam lalu berkelebatan dalam kepalanya. Dirga benar, cinta itu masih ada tapi rasanya berat untuk memaafkan semuanya. Saking bingungnya, Gayatri sampai menelpon Arya untuk minta pendapatnya. Arya menyerahkan semua keputusan kepada Gayatri, begitu pun dengan Ibu. Selama Gayatri bisa memastikan bahwa dirinya bisa bahagia setelah berpisah dari Dirga. Arya dan Ibu mewanti-wanti agar Gayatri mulai memerhatikan kesehatan janin yang dia kandung. Segelas air dan beberapa pil mendarat di meja tepat disamping rujak. Gayatri mendongak d

