“Tumben ke sini?” Arya dan Dayu sedang memilah tumpukan souvenir yang dikembalikan oleh Dinas. Kenanga mengakui kecerobohannya karena pihak Qality Control yang tidak teliti. “Emang gak boleh?” ketus Gayatri. Diambilnya salah satu souvenir dengan hiasan batik itu. Sebenarnya tidak terlalu kentara kecacatannya. Hanya saja berhubung souvenir itu diperuntukkan kepada tamu dari macanegara, pihak dinas pariwisata mengembalikan semuanya untuk diperiksa kembali. Arya melirik sang adik sejenak. “Kusut amat,”komentar lelaki itu, lantas dia berdiri dan mengambil botol air mineral dan menyerahkannya pada Gayatri. “Ya bebas aja, kantor kantor kamu. Tapi sekiranya belum kuat jangan paksakan diri untuk datang ke sini. Aku sudah korbankan perusahaan di kampung demi kamu, Lho.” Dayu yang mendengar

