Arya memasuki Kenanga dengan raut wajah tidak menyenangkan. Dia hempaskan punggungnya di sofa yang empuk. Ibu mengerutkan kening melihat tingkah putranya yang tidak biasanya. Arya itu ramah dan sabar, Ibu menduga ada sesuatu yang terjadi pada Arya. Tidak berselang lama, Gayatri menyusul, melihat sang ibu tengah duduk sambil memeriksa katalog yang Gayatri buat dia tersenyum. Dia berjalan tergesa dan memeluk ibunya. Luruh segala beban yang dia emban. "Alhamdulillah, Ibu seneng banget akhirnya punya cucu," ucap Ibu. Lalu dia bangkit meraih barang bawaan yang disimpan dekat meja Dayu. "Ini gudegnya, Ibu bela-belain anterin ke sini pengen liat kesayangan Ibu saat mengandung." Wanita itu membuka bungkusan memperlihatkan gudeg yang terlihat sangat nikmat. Aromanya mengundang air liur Gayatri

