Tubuh Aksa tidak kenapa-kenapa, hanya wajahnya saja yang babak belur di hajar oleh Jeffan. Walau begitu, hal tersebut tidak harus membuatnya di rawat di rumah sakit. Dia hanya perlu sebuah penanganan saja. Orang tua Aksa marah dan tak terima saat melihat keadaan anaknya. Mereka akhirnya memutuskan untuk menuntut Jeffan yang sudah membuat Aksa babak belur. Mau tak mau, akhirnya kejadian ini harus diselesaikan secara hukum. "Apa maksudmu menghajar anak kami hah?!" Ibu Aksa berkata dengan sengit pada Jeffan. Mereka kini berkumpul di kantor polisi untuk menyelesaikan masalah ini. Jeffan tidak sendirian, karena ada Revan yang menemaninya. "Aksa yang memulai. Dia mengganggu istriku. Jelas aku tak akan membiarkannya," jawab Jeffan. Sorot matanya menatap tajam pada orang tua Aksa yang duduk d

