Tidak pernah sepanjang hidupnya, Leon berterima kasih sekali terhadap seluruh ocehan konyol yang di lontarkan oleh Ronald dipertemuan rutinan mereka. Namun kali ini dia justru berkali-kali lipat mensyukuri kehadiran si pria alis tebal dengan kepala botaknya yang ikonik tersebut. Sebab berkat dia setidaknya suasana jadi jauh lebih semarak dan Ronald juga tipe orang yang tidak terlalu peka sehingga dia tampaknya tidak menyadari apa yang terjadi di meja mereka. Leon bahkan tidak pernah mau bertaruh seberapa banyak kecanggungan yang akan dia terima dalam situasi ini bila tanpa kehadiran pria itu di meja yang tengah dia duduki. Seolah tersiksa dan teramat putus asa berada dalam satu meja bersama mereka. Walaupun sejujurnya ini adalah pertemuan rutin dan Leon tidak pernah keberatan menghadirin

