“Apa kamu lapar? Aku akan buatkan sesuatu untuk mengisi energimu,” ujar Jiyya setelah gadis itu memutuskan membawa Joan ke kediamannya. Tapi pria itu malah justru memilih untuk memeluknya dari belakang begitu mereka berdua telah benar-benar masuk ke dalam. “Aku lebih suka tinggal di tempat tidur,” gumam pria itu lagi. Bibirnya begitu dekat dengan cuping telinganya sehingga Jiyya dapat merasakan seluruh tubuhnya langsung terasa kesemutan. Tiba-tiba seluruh ketenangan yang Jiyya bangun selama perjalanan pulang tadi langsung terkikis dan hilang. “Kalau begitu kau bisa ke tempat tidur,” katanya menjawab, seraya menggeliat sehingga dapat bebas dari pelukan Joan. Pria itu langsung membuat suara yang mengindikasikan bahwa dirinya kecewa begitu menyadari bahwa Jiyya memilih untuk menjauh dar

