CHAPTER THIRTY ONE

1743 Words

Setelah dua malam dirawat di rumah sakit, kondisi Raffa dinyatakan pulih. Suhu tubuhnya sudah normal. Dia tidak mengeluhkan kepalanya pusing ataupun perutnya yang sakit. Aku lega tiada tara,  Selama Raffa dirawat di rumah sakit, Raefal selalu datang. Tidak segan-segan menginap di ruang rawat Raffa demi menemani putranya. Dia juga tak membahas tentang hubunganku dan Aradi lagi. Tak meledak-ledak seperti diawal meski tetap saja dia bersikap ketus setiap kali Aradi datang untuk memeriksa kondisi Raffa.  Setelah perbincangan panjang antara aku dan Aradi di taman, pria itu juga tak pernah membahasnya lagi. Aradi tampak tak main-main dengan ucapannya, memberiku ruang untuk berpikir tanpa mendesakku untuk membicarakan topik pernikahanku dengan Raefal yang  di ujung tanduk. Aradi bersikap seolah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD