32. Pertemuan Di Swalayan

1933 Words

"Belum mau pulang ke rumah?" tanyaku. "Belum," jawab Langit singkat. "Apa ... mau nginep lagi di rumah Kak Braga atau Kak Jimmy?" tanyaku ragu. "Belum tau juga." Kini Langit menjawab disertai seulas senyum. "Kenapa senyum? Pertanyaan aku lucu emang?" tanyaku kesal. "Ya, kamu. Kenapa kayak yang cemas gitu nanyanya?" Aku hanya merunduk. "Enggak boleh, aku cemasin kamu?" "Bukan enggak boleh, cuma belum biasa. Selama ini cuma Mama sama Biyanka yang selalu cemasin aku." Langit melayangkan pandangannya ke arah atas sana, menatap awan yang sedang berarak. Aku mengedipkan mata, ikut menatap ke arah langit yang sore ini terlihat masih cerah. Aku dan Langit duduk di kursi taman belakang kampus, di mana di depan kami terhampar tanaman bunga melati yang masih tampak bermekaran meski tidak ter

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD