18. Kemarahan Langit

1420 Words

"Maksud Kak Langit ... apa?" tanyaku tak percaya. "Kalau lelaki yang berdiri di depan lo sekarang ini adalah Langit teman masa kecil lo, apa yang bakal lo lakuin?" Aku terdiam, menatap sorot dingin itu. "Aku ... cuma mau minta maaf. Maaf, karena tidak pernah menyadari ketulusan hati kam ... apa itu benar? Kamu Langit?" Kutelisik dalam kedua matanya, berusaha mencari sebuah kebenaran. "Menurut lo?" Aku mengerjapkan mata, mengernyitkan kening tak percaya. Langit tertawa. "Tentu saja bukan. Lo tau sendiri siapa gue." Dia pun berdiri dengan cepat. "Gue Langit Biantara, bukan Langit teman masa kecil lo. Lo lihat sendiri 'kan kita beda." Dia pun berdecih, kemudian berlalu dari hadapanku. "Kak Langit. Kak Langit enggak bohong, 'kan?" Aku menahan lengannya. Langit menepiskan tanganku. "Ken

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD