Seusai memakan bakso yang Reyhan belikan, Aliana menjadi keringatan. Ia memilih pergi ke taman belakang dan mencari udara segar di sana. Semilir angin sepoi-sepoi menerbangkan hijab Aliana. Hijabnya melambai-lambai. Aliana terlihat begitu menikmati semilir angin yang menerpa tubuhnya. Seolah membelai wajahnya dengan manja. Aliana menyenderkan tubuhnya, pada sandaran kursi panjang yang ada di taman belakang. Hiasan warna-warni dan semerbak keharuman dari bunga mawar dan anggrek, membuat Aliana semakin betah berlama-lama di sana. "Nak, baik-baik ya di perut Bunda? Bunda yakin kamu kuat. Bunda janji, Bunda akan jaga kamu dengan pertaruhan nyawa Bunda. Nanti, kita bertemu ya, Sayang? Penantian kita akan terbayar. Dedek nanti bisa bertemu sama Bunda, sama Abi, sama Kak Kiara juga. Meskipun K

