Saat sampai di rumah sakit, Kiara dan Aliana langsung mendapatkan penanganan. Kiara yang mengalami pendarahan hebat di kepalanya, harus segera dilarikan ke ruang operasi. Ferdhy merujuk Kiara untuk dilakukan tindakan penjahitan di bagian kepala Kiara. Sementara, Aliana sudah menangis kesakitan di dalam sana. Ruang IGD menjadi begitu hening. Hanya ada rintih kesakitan dari bibir Aliana. "Aduh ... sakit ...." Lagi-lagi Aliana merintih. Ia tidak tahan dengan rasa sakit yang amat luar biasa ini. Beberapa suster bertugas membersihkan pendarahan yang ada di kaki Aliana. Darahnya masih terus mengalir. Rida yang menunggu Aliana, tak henti-hentinya merapalkan doa. Ia mondar-mandir ke sana ke mari. Raut kecemasan tampak jelas di wajah manis Rida. "Ya Allah, hamba memohon kepada-Mu. Lindungi ibu da

