Lebih Dekat

1123 Words

BSM 19 Hari ini, Nara sudah kembali bekerja. Semalaman ia menata hati dan jiwanya untuk tetap tegar saat bertemu dengan Narendra. Bagaimana pun rasa sakit yang ia terima tak pantas jika harus mengorbankan sebuah pekerjaan yang sudah lama menjadi mata pencahariannya. "Sudah baikan, Nak?" tanya Bu Fatimah pada Nara yang sedang mematut diri di depan cermin. Ia tengah duduk di kursi kecil yang diletakkan di depan meja rias. Di meja itu banyak berjajar rapi peralatan merias wajah milik Nara. Tak jarang Bu Fatimah turut merias dirinya disitu ketika akan menghadiri suatu acara. Nara melihat wajah ibunya dengan tatapan sendu dalam cermin. Ia meraih tangan Bu Fatimah yang mendarat di bahu sebelah kanannya untuk digenggam erat. Secercah senyuman terbit dari bibir Bu Fatimah yang polos tanpa mek

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD