Radhit mengerjapkan matanya, melirik jam di nakas yang ternyata baru menunjukkan pukul setengah enam pagi. Matanya beralih mentap sang istri yang masib tertidur pulas sambil memeluknya. Senyumnya terbit saat mengingat perdebatan sebelum tidur. Istrinya ngotot meminta dia tidur di sofa dengan alasan tidak biasa tidur dekat-dekat dengan laki-laki. Konyol bukan? mereka itu suami istri, sejak awal menikah, tidak pernah ada perdebatan seperti itu. Tapi lihat sekarang, istrinya begitu menempel kepadanya. Ini yang dibilang tidak bisa tidur dekat-dekat? Tangan kanannya terangkat, mengusap lembut wajah istrinya yang terlihat begitu damai. Istrinya benar-benar sudah berubah, Radhit merasakan jika tidak ada lagi aura yang buruk pada istrinya. Istrinya benar-benar seperti buku yang terbuka, tidak

